filmmedan.id, 5 Januari 2026, 22:06 WIB
Tim Redaksi
Rilis 19 Desember 2025 dengan durasi gila-gilaan—3 jam 12 menit—film ini jelas bukan tontonan buat kau yang punya rentang fokus (atau kapasitas kandung kemih) pas-pasan. Kau harus siap duduk manis dan berkomitmen penuh.
Secara garis besar, narasinya langsung tancap gas dari The Way of Water. Jake dan Neytiri masih berdarah-darah menanggung kehilangan Neteyam, sementara Quaritch dan konco-konconya masih jadi ancaman yang menyebalkan. Namun, kartu as sesungguhnya di sini adalah kemunculan klan baru: Ash People atau Mangkwan yang dipimpin oleh Varang. Jika Na’vi biasanya identik dengan harmoni alam yang "zen", klan ini adalah antitesisnya. Mereka digambarkan keras, brutal, dan membawa energi "api dan abu" yang destruktif.
Bagi FilmMedan, kehadiran mereka adalah penyegar yang krusial. Konfliknya jadi tidak sesederhana "manusia jahat lawan alien baik". Pandora jadi terasa lebih luas, rumit, dan politis.
Bicara soal visual, tidak perlu diragukan. Ini masih standar emas sinema dunia. Bahkan Rotten Tomatoes sepakat bahwa film ini tetap berada di puncak rantai makanan untuk urusan efek visual. Tapi harus diakui, kritik terbesarnya valid: ceritanya seolah jalan di tempat dan mengulang pola lama.
Ulasan dari The Verge ada benarnya: tontonan ini spektakuler, tapi ide barunya terasa tipis. Durasi tiga jam itu bisa terasa menyiksa kalau kau berharap ada lonjakan narasi yang signifikan dibanding film kedua. FilmMedan juga paham kenapa film ini memecah belah opini. Ada kritik pedas, seperti dari The Guardian, yang bilang film ini megah tapi kosong—sulit menemukan ikatan emosi yang benar-benar "kena".
Di sisi lain, tidak sedikit yang menganggap ini peningkatan, terutama karena karakter Spider yang jadi pusat gravitasi drama. Hasilnya? Skor Rotten Tomatoes jadi bukti perpecahan itu: kritikus agak pelit dengan 66% (Tomatometer), tapi penonton justru loyal dengan skor 90% (Popcornmeter). Dan jelas, pasar tidak bohong. Reuters melaporkan film ini sudah melibas angka US$1 miliar secara global di awal Januari 2026. Uang berbicara, kawan.
Kesimpulan FilmMedan: Fire and Ash mungkin bukan film yang revolusioner secara cerita, dan formulanya mulai terasa usang. Tapi kalau kau ke bioskop untuk mencari pengalaman audio-visual yang total—dan kau punya nyali melihat sisi Pandora yang lebih gelap, kasar, dan tidak nyaman—film ini tetap wajib kau buru. Siapkan saja mental (dan fisik) untuk durasinya.
.png)