filmmedan.id, 24 Januari 2026, 00:41 WIB
Tim Redaksi
Tentu saja, filmmedan paham kalau views di YouTube tidak serta-merta bisa ditukar dengan tiket bioskop, tapi dalam ekosistem marketing Hollywood, ledakan atensi di 24 jam pertama adalah detak jantung yang menentukan segalanya, dan jika sebuah teaser saja mampu memancing ratusan juta orang untuk menonton—bahkan mungkin menekan tombol replay berkali-kali demi melihat kilasan kostum ikonik dan panggung megah itu—bayangkan kegilaan macam apa yang akan terjadi saat full trailer, poster resmi, hingga soundtrack nostalgianya benar-benar dilepas ke publik. Daya tarik magis ini rupanya bersumber dari satu "senjata rahasia" yang sukses bikin bulu kuduk merinding, yaitu keputusan casting yang brilian dengan menunjuk Jaafar Jackson, keponakan kandung MJ sekaligus putra Jermaine Jackson, untuk menghidupkan kembali sosok pamannya dalam debut layar lebar yang sangat dipertaruhkan ini.
Kenapa filmmedan menyebutnya "dipertaruhkan"? Karena biopik musik adalah "kuburan" bagi aktor yang hanya bermodal wajah mirip tapi gagal menangkap jiwa sang bintang, namun Jaafar membawa DNA asli yang membuat gesture, ritme tubuh, hingga aura panggungnya terasa begitu natural dan "nendang," seolah-olah kita sedang melihat reinkarnasi sang legenda yang siap memamerkan momen-momen emas mulai dari era Thriller hingga kemegahan konser stadium yang tak terlupakan.
Di balik layar, tim yang meracik film ini juga bukan pemain amatiran yang bisa dipandang sebelah mata, karena kursi sutradara diduduki oleh Antoine Fuqua yang terkenal dengan gaya visualnya yang intens dan sinematik, didukung oleh naskah tajam dari John Logan serta tangan dingin produser Graham King—sosok yang sukses besar dengan Bohemian Rhapsody—bersama John Branca dan John McClain, menciptakan sebuah kombinasi maut yang menjamin film ini bukan sekadar parade lagu karaoke, melainkan sebuah biografi layar lebar yang serius dan mendalam. Keseriusan ini makin terasa saat kita melihat deretan supporting cast yang solid, mulai dari pemenang Oscar Colman Domingo yang memerankan sang patriark Joe Jackson, Nia Long sebagai ibunda Katherine Jackson, Miles Teller sebagai pengacara John Branca, hingga Kat Graham yang menjelma menjadi Diana Ross dan aktor cilik Juliano Krue Valdi sebagai Michael muda, ditambah kehadiran karakter figur industri legendaris seperti Quincy Jones yang diperankan Kendrick Sampson, menjadikan ansambel ini terasa sangat "mahal."
Satu hal yang pasti, filmmedan melihat Michael tidak hanya akan menjadi panggung nostalgia, tetapi juga sebuah arena debat yang panas karena film ini berani menyentuh dua sisi mata uang dari mitologi MJ: panggungnya yang ikonik dan kehidupan pribadinya yang penuh "bagian-bagian rumit" serta perdebatan tak berujung. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa film ini akan menelusuri perjalanan panjang dari era Jackson 5 hingga puncak superstardom, namun tetap memancing rasa penasaran publik tentang seberapa jauh narasi ini akan menyelami kontroversi sang bintang, apalagi sempat terdengar kabar adanya penyesuaian pengambilan gambar karena pertimbangan legal yang membuat proses produksinya semakin menarik untuk disimak.
Jadi, siapkan diri kalian karena film ini dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat via Lionsgate dan pasar internasional lewat Universal Pictures pada 24 April 2026, lengkap dengan format IMAX yang siap memanjakan mata dan telinga. Bottom line versi filmmedan sangat sederhana: angka 116,2 juta views itu adalah sinyal bahwa dunia sudah siap menyambut, menguji, dan merayakan kembali sang legenda, menjadikan Michael calon tontonan raksasa yang bakal mendominasi obrolan kita dari timeline media sosial hingga antrean tiket bioskop nanti.
.png)