Tim Redaksi
MEDAN, filmmedan.id – Awal tahun 2026 ini, kami memutuskan untuk “pulang”.
Rumah digital kami, FilmMedan.id, akhirnya kembali dibuka pintunya lebar-lebar. Setelah cukup lama senyap—di mana jejak digital terakhir kami terhenti pada artikel Hari Film Nasional, 1 April 2023—Yayasan Sinema Manuprojectpro Indonesia hadir lagi. Kami kembali untuk merapikan jejak, menyambung kabar yang sempat terputus, dan yang paling penting: melanjutkan kerja-kerja ekosistem perfilman Medan dan Sumatera Utara dengan ritme yang lebih konsisten.
Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa harus repot mengurus website lagi? Bukankah media sosial lebih cepat?"
Benar, media sosial itu cepat dan riuh. Tapi bagi kami, website adalah sebuah rekam jejak yang tenang. Ini adalah tempat menaruh pengumuman resmi, dokumentasi program, catatan kolaborasi, dan liputan ekosistem film yang bisa diakses kapan saja tanpa harus takut tenggelam ditelan algoritma. Kami ingin menjadikan filmmedan.id bukan sekadar papan pengumuman, tapi sebagai arsip yang rapi dan rujukan yang bisa dipercaya.
Apa yang Terlewat Selama Kami "Hiatus"? (2023–2025)
Meskipun website ini sempat tertidur, percayalah, dapur pacu perfilman Medan tidak pernah berhenti berasap. Dinamika terus berjalan, bahkan pembicaraan tentang standar industri makin tajam.
Sebagai upaya merawat ingatan, berikut adalah beberapa catatan penting dari masa "hiatus" yang perlahan akan kami arsipkan secara lengkap di sini:
- Denyut Ekosistem yang Terus Bergerak Salah satu bukti paling nyata adalah gelaran Medan Film Festival (MFF) Vol. 2 pada 23 November 2024 di Taman Budaya Medan. Festival ini menjadi penanda kuat bahwa ruang temu, layar pemutaran, dan diskusi film di kota ini terus bertumbuh, tidak peduli seberapa sunyi pemberitaan di luaran.
- Fokus Serius pada Penguatan SDM Kami menyadari bahwa film bukan cuma soal memegang kamera. Pada 14 April 2025, komunitas film Medan duduk bersama dalam audiensi dengan BBPVP Medan. Fokusnya sangat spesifik: merancang pelatihan vokasi untuk lighting, sound system, makeup character, hingga mencetak produser yang paham SOP produksi. Ini adalah langkah valid untuk menaikkan standar kerja, bukan sekadar hobi.
- Konteks Nasional dan Kajian Akademik Kerja-kerja di Medan tidak berdiri sendiri. Di level nasional, perhelatan FFI 2024 dan 2025 tetap menjadi barometer yang kami jadikan acuan standar. Menariknya, pada tahun 2024, Yayasan Sinema Manuprojectpro Indonesia juga menjadi objek penelitian skripsi akademik (tercatat di repositori Unimal), yang mengkaji komunikasi sutradara dan kinerja kru kami. Ini menjadi pengingat bagi kami: setiap karya dan proses produksi memiliki nilai edukasi yang harus dipertanggungjawabkan.
Wajah Baru FilmMedan.id di 2026
Mulai hari ini, kami berkomitmen menghidupkan kembali kanal ini dengan lebih tertata. Apa yang bisa teman-teman nantikan?
- Kabar Ekosistem: Berita seputar festival, komunitas, ruang belajar, dan pemutaran film di Medan–Sumut.
- Program Resmi Yayasan: Info valid mengenai kelas, workshop, kolaborasi terbuka, dan agenda produksi.
- Ruang Arsip: Dokumentasi foto, catatan proses, dan kredit bagi pihak-pihak yang terlibat, agar kerja keras teman-teman tidak hilang ditelan waktu.
Penutup
Terima kasih untuk teman-teman komunitas, sineas, dan penikmat film yang tetap percaya, tetap bekerja, dan tetap menjaga nyala layar—bahkan ketika kanal ini sempat sunyi (walau Instagram kami tetap aktif menyapa kalian).
Tahun 2026 ini, kita mulai lagi. Pelan-pelan, rapi-rapi, tapi serius.
Karena bagi kami, ekosistem tidak dibangun hanya dari satu karya viral semata, melainkan dari kebiasaan yang tekun: belajar, berjejaring, produksi, evaluasi, lalu bertumbuh bersama.
Selamat datang kembali di rumah.
Salam hangat, Yayasan Sinema Manuprojectpro Indonesia
