Namamu Kata Pertamaku (2018)
Namamu Kata Pertamaku, merupakan sebuah judul film terbaru hasil karya sineas Makassar, dari rumah produksi Paramedia Indonesia pimpinan Syahrir Arsyad Dini atau lebih dikenal dengan nama Rere Art2tonic, yang dipersembahkannya di tahun 2018 ini, dan akan segera tayang di bioskop seluruh Indonesia
Film karya Rere Art2Tonic kembali menyuguhi film yang mengangkat kearifan lokal, Produser Syahrir Aryad (Rere) mengungkapkan, Film yang banyak mengambil lokasi shooting di daerah Malino Kabupaten Gowa ini menyuguhkan kisah yang sanggup membuang emosi penontonnya.
Ia mengungkapkan, bahwa film tersebut mengisahkan seorang lelaki bisu diperankan oleh Adipati Dolken. Yang melakukan perjalanan ke Toraja untuk berobat, agar bisa berbicara.
“Mengapa Toraja? Karena di sana ada ritual Manene, yang dimana ritual itu dipercaya bisa membuat orang mati pun bisa berjalan, apalagi hanya orang bisu seperti dirinya pasti bisalah disembuhkan,”ucap Rere sapaan akrabnya.
Sebagai pemeran sosok lelaki bisu berusia 25 tahun, dengan kesehariannya selalu berpenampilan kumal tersebut, tak lain adalah seorang aktor ganteng, berbakat, dan berprestasi, yang sudah melanglang buana didunia perfilman nasional kita, yakni Adipati Dolken.
Dan gadis cantik dengan hati lembut dan penuh empati, yang dianugrahi kepribadian luar biasa baik, karena tanpa mengenal pamrih akan senantiasa memberikan bantuannya kepada seorang lelaki kumal serta bisu, tak lain diperankan oleh Rania Putrisari, Finalis Gadis Sampul 2009, dan merupakan pemeran Kartini dalam film Surat Cinta.
Bagi pencinta film Indonesia, mari memamanjakan diri dan menghilangkan rasa penasaran kita terhadap film ini, yang direncanakan mulai tayang pada tanggal 29 November 2018, diseluruh bioskop se-Indonesia.
Dengan mengusung lagu berjudul Tak Sempurna, sangat sejalan dengan rangkaian isi dari film ini, apalagi diperdengarkan lewat olah vocal Randy Wijazz, yang telah diaransemen musiknya oleh Jhaka Wijazz, semakin memainkan emosi kita dalam menontonnya.
Menurut Andi Noufah Patadjangi, salah satu pemain yang dilibatkan dalam film ini, saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, “film ini sangat luar biasa, karena dapat memacu adrenalin kita semua, dengan menyuguhkan sebuah kisah unik, menyedihkan, namun sarat akan makna.”
Bagaimana kalau kalian tonton langsung trailernya di bawah ini dan berikan komentar kalian di halaman ini?
Sutradara : Rere Art2tonic
Produser : Hendra Sirajuddin
Produksi : Paramedia Indonesia
Penulis : Rere Art2tonic M Rizal Saputra
Negara : Indonesia
MPAA :13 Tahun +
Durasi : 94 Menit
Bintang Film : Adipati Dolken
Rania Putrisari
Bahasa :Indonesia
Beasts Kedua Mengecewakan di Pembukaan
Medan - Film Medan, Sekuel fantasi "Fantastic Beast: The Crimes of Grindelwald" menduduki puncak box-office global seperti yang diharapkan, tetapi jumlah yang dihasilkan sangat memuaskan.
Di dalam negeri film ini mengecewakan, mengeluarkan biaya sebanyak $ 62,2 juta dan hasilnya tidak sesuai ekspektasi yang diharapkan bisa melebihi angka $ 70 juta seperti film pertama mereka. Selain itu, bukan hanya kritik yang tidak mengesankan dengan film ini (40% di Rotten Tomatoes), pemirsa juga memberikannya nilai B + CinemaScore - turun dari nilai A yang didapatkan pertama kali.
Namun, penonton dari luar negeri telah menyukai film tersebut. Blockbuster mendapat $ 191 juta di luar AS yang mengalahkan ekspektasi - meerubah pendapatan total global menjadi $ 253 juta - jauh di atas pembukaan pertama yaitu $ 220 juta. Di dalam negeri, hal yang sama terlihat pada "The Grinch" dan "Bohemian Rhapsody" yang berada di urutan kedua dan ketiga.
Semua bernasib lebih baik daripada dua pembuka lainnya di AS minggu ini - remake "Widows" yang diakui secara kritis dan komedi Mark Wahlberg yang kurang dihormati "Instan Keluarga" yang berada di posisi kelima dengan $ 12,7 juta dan keempat dengan $ 14,7 juta. Meskipun anggaran rendah-menengah, keduanya akan berjuang untuk mencapai profitabilitas dan sudah dilihat sebagai hal yang mengecawakan di box-office.
Hal yang sama tampaknya benar untuk calon pesaing potensial "Green Book" yang memulai debutnya pada 25 layar yang solid tetapi tidak mencatat rata-rata layar $ 12,480 - dan itu meskipun ada dorongan pemasaran yang besar. Disney "The Nutcracker and the Four Realms" jatuh ke urutan keenam dalam outing kedua dengan hanya $ 4,7 juta. [Nindi Satriani]
Sumber: http://www.darkhorizons.com/beasts-both-underwhelms-overperforms/
Pameran Harry Potter: A History of Magic di New York
Medan - Film Medan, Pameran yang dibuka sejak bulan Oktober 2018 ini akan berlangsung hingga 27 Januari 2019, menampilkan penggabungan dari sejarah kehidupan nyata cerita rakyat dan sihir yang mempengaruhi penciptaan dunia Harry Potter dengan menyajikan lebih dari 100 benda berbau sihir.
Buku seri Harry Potter yang mulai terkenal pada 20 tahun lalu, menjadi awal kecintaan terhadap dunia sihir yang terus bertumbuh sejak itu. Setelah sukses berkeliling di perpustakaan Inggris, pameran Harry Potter: A History of Magic ini melanjutkan perjalannya ke New York, yang menawarkan pemandangan dunia magis yang diciptakan oleh J.K. Rowling.
Pengunjung dapat menyaksikan harta lama dari koleksi British Library dan New York Historical Society, yaitu arsip asli dari penerbit Harry Potter, Scholastic dan milik Rowling sendiri. Sambil berjalan-jalan, pengunjung dapat menjelajahi ruang-ruang kelas yang bertema Hogwarts dan belajar tentang mantra kuno dari film favorit Harry Potter, dengan tambahan kesempatan untuk melihat draf dan sketsa dari Rowling dan ilustrator Jim Kay. Pengunjung juga dapat menyaksikan pajangan peti yang berisi salinan dari Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, dan melihat jubah tembus pandang yang dipakai oleh Harry Potter.
Untuk memperingati ulang tahun ke-20 publikasi Harry Potter and the Sorcerer’s Stone milik Rowling, pengunjung dapat melihat karya seni sampul yang dirancang oleh ilustrator Brian Selznick untuk edisi ulang dari seri tersebut. Pengunjung juga dapat melihat kostum dan model set dari drama Harry Potter and the Cursed Child yang memenangkan penghargaan.
Pameran tersebut tidak hanya menampilkan arsip asli dari Rowling, tetapi juga barang-barang yang dipinjam dari Museum of Witchcraft and Magic di Boscastle seperti sapu asli dari penyihir abad ke-20, Olga Hunt, tongkat sihir serpentine dan kuali yang dapat meledak.
Pameran tersebut disertai dengan tur audio khusus yang menyediakan konten mendalam dari objek yang dilihat dengan pengisi suara dari bintang Game of Thrones, Natalie Dormer.
Selain pameran A History of Magic dan musikal Cursed Child Broadway, film Fantastic Beasts and Where to Find Them: The Crimes of Grindelwald dirilis pada November 2018.
Pameran tersebut dilengkapi dengan buku panduan: Harry Potter: A Journey Through a History of Magic. Harry Potter: A History of Magic akan berlangsung hingga 27 January 2019. Tiket dapat dibeli secara online. [Marnike Marpaung]
Gatot Kaca Fantasy-Games Will Enliven the Indonesian Film Industry
Medan, Film Medan - Fantasy-action film Satria Dewa: Gatotkaca will soon enliven the Indonesian film industry with Gatotkaca puppet characters as superheroes.
By the production house maker,
Satria Dewa MagMA Entertainment, the film directed by Charles Gozali will be
aimed at the audience of Generation Z or millennial.
"How do you do something, in
the form of Dewa Studio's work, so that when he (Gatotkaca) appears, our
picture can be accepted because this film is aimed at Z and Millennials,"
said Linda Gozali, the film's producer, at the shooting location for the film's
teaser in the Kotra Tua area, Jakarta,
Sunday (11/18/2018).
Linda also said that, planned, the
film will star Bayu Oktora and M Adhiyat. The film will involve many
filmmakers from the country who are experienced in producing a work that can be
appreciated by many people.
Cinematography will be handled by
Hani Pradigya, nominee for the 2018 Indonesian Film Festival for the Best
Cinematography Director category through the film Wage. The artistic will be
held by Ade Gimbal.
"Costumes, Nindi. Chris Lee are
from the design. CGI is assisted by Imagia Studios, which has Reino
Barack," Linda said.
Now, continued Linda, the movie
teaser Satria Dewa: Gatotkaca is being made and the film's script is being
matured.
"We must consider the story
too. Currently the script is still being developed, the author is Asaf
Antariksa, younger brother of Garin Nugroho, assisted by Bagus Bramanti,
who wrote (scenario) Kartini, Talak Tiga too," Linda said.
This article has been aired on
Kompas.com entitled "Gatotkaca" Is judged to be able to defeat Superman on
the big screen" [ Eva
Serviyana]
Standup Film Medan - Gelaran Menuju Kongkows Film Medan 2019
Medan, Film Medan- Dalam rangka Gelaran Menuju Kongkows Film Medan 2019, Yayasan Sinema Manuprojectpro Indonesia mengadakan kegiatan Roadshow pertama " Standup Film Medan". Dalam program ini, semua hal tentang film yang selama 13 tahun program yang telah digeluti oleh tim Manuprojectpro, ditambah apa alasan terbesar Manuprojectpro mengadakan Kongkows Film Medan 2019 nanti akan dibongkar semua.
Acara Gelaran Menuju Kongkows Film Medan 2019 in cocok untuksemua masyarakat perfilman yang masih senang dengar ocehan anak Medan, bukan bermaksud melucu, tapi ajang orasi yang kami rangkum dengan ilmu dasar perfilman serta aplikasi teori yang kami hadapi selama berproses film di Kota Medan.
Event Kongkows Film Medan yang akan menambah pengetahuan dan kesempatan untuk berada di lingkungan ekosistem film yang sebenarnya di kota Medan.
Di atas panggung nanti akan bersuara orang - orang ( Yang kebetulan Kalak Karo semua ), tentang film dan Medan. Nah, untuk yang penasaran, akan ada pra-event Kongkows Film Medan untuk pemanasannya dulu. Ada Stand-Up Medan's Movie Movement, yang menarik dan mendengar seperti apa sebenarnya dunia perfilman itu. Ada Dr. Immanuel Prasetya Gintings, M.Hum., seorang sineas yang juga assessor film akan angkat bicara di dalam event ini selaku pembicara Utama.
Untuk session pagi jam 09:00 WIB akan ada opener dari crew iNewsTV Medan, Eka Rina yang akan bicara betapa hebohnya behind-the-scene kerja di stasiun TV dan curhatannya yang selalu senyum walau film karya anak medan yang ditontonnya kurang sreg.
Untuk opener utama pagi dan siang akan ada Okky Putra Barus, akademisi, digital expertise, plus pemilik Production House di Medan. Yang ini gak diragukan lagi segudang pengalamannya di bidang audio visual.
Untuk session siang jam 14:00 WIB akan ada opener, seorang YouTuber dan Penggiat Dunia Digital, Badia Tarigan Silangit yang akan curhat mengenai kegelisahannya jadi penggemar film yang rajin ngisi absen ke bioskop, bahkan sampai langganan TV Digital berbayar di rumahnya.
Ditambah dengan suguhan special performance dari The NUNA, dengan single terbaru mereka "Pasti Terganti".
Mungkin ini adalah kesempatan langka bisa menyatukan sosok - sosok hebat ini di atas panggung dan memegang mic yang sama.
Mungkin ini adalah kesempatan langka bisa menyatukan sosok - sosok hebat ini di atas panggung dan memegang mic yang sama.
Jangan sampai terlewatkan, Acaranya sendiri akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 November 2018 bertempat di Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan. Harga Tiket 35.000,- sudah termasuk sertifikat dan snack tersedia.
Acara ini terbagi dua session yaitu session 1: dimulai jam 09:00 pagi dan session 2 mulai jam 14:00 siang. Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi panitia pelaksana Jeje (081362555185)




