Update Film • Komunitas • Info Nonton • Medan
Home About Contact
Breaking
6 Adegan Paling Berkesan di Film "The Flower of Wars"

6 Adegan Paling Berkesan di Film "The Flower of Wars"

oleh: Nurul Fadhilla

Medan - Filmmedan - Film ini dibuat berdasarkan pada novel karya Geling Yan, “Flowers of Nanjing”, yang terinspirasi oleh buku harian Minnie Vautrin, seorang misionaris Amerika yang berhasil menyelamatkan sekitar sepuluh ribu pengungsi Tiongkok selama Pembataian Nanking. Mengisahkan kejadian di Nanking, Cina, selama Pembantaian Nanking tahun 1937. Sekelompok pelarian, mencari perlindungan di kompleks gereja, mencoba bertahan dari kekejaman Jepang.

Tidak sulit menemukan adegan paling berkesan di film ini. Bahkan mulai dari awal film dengan narasi Shu Juan (Zhang Xinyi) yang menceritakan tentang keadaan pada saat itu dalam perang antara Tiongkok dan Jepang saja sudah membuat emosi kami berdetak kencang hingga akhir film. Kami sama sekali tidak diijinkan untuk berkedip menunggu adegan demi adegan yang mencekam. Tapi begitu pun, berikut ini kami mencoba memutuskan enam adegan paling berkesan dari film besutan Zhang Yimou ini.

1/6

Perisai Manusia


Karena prajurit Tiongkok tidak memiliki senjata yang memadai untuk menghancurkan tank musuh, maka mereka menerapkan taktik dari perang kuno. Mereka membentuk sebuah perisai manusia untuk membawa peledak mendekati tank. Pada saat itu, sebagai orang Tiongkok, para tentara tidak ingin kehilangan negara mereka, dan ketika mereka berbaris dan mencoba menghancurkan tank musuh, berondongan tembakan menghantam mereka secara bergantian, dan menewaskan mereka satu per satu hingga salah satu dari mereka menghantam tank ia terjatuh. Peledak yang dibawa bersamanya berhasil menghancurkan tank.


2/6

Tentara Terakhir

Tidak ada yang lebih menegangkan saat tentara Jepang akhirnya masuk ke dalam katedral, dan mulai memburu satu per satu siswi biara untuk diperkosa. Dua buah tembakan mematikan dari seorang Mayor penembak jitu Tiongkok (Tong Dawei) menghentikan ketegangan di dalam Katedral, untuk kemudian melanjutkan ketegangan ke luar dengan berhasil mengambil perhatian tentara jepang untuk keluar dari gereja. Ketegangan yang diakhiri dengan sebuah keindahan yang memilukan ketika sebuah gedung toko kertas meledak bersama kertas warna warni yang berhamburan di udara bersama serpihan gedung dan semua orang yang ada di dalamnya.


3/6

Aku Hanya Seorang Pencinta Musik!

Sedikit membuat lega, saat Kolonel Hasegawa (Atsuro Watanabe) yang muncul ke dalam katedral meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh pasukannya kepada John Miller (Christian Bale) yang menyamar menjadi seorang pendeta. Selain membawa bahan makanan, ia juga meminta ijin untuk memainkan sebuah lagu menggunakan organ yang ada di ruangan katedral itu. Setelah memainkan sebuah lagu di hadapan para siswi yang masih ketakutan setengah mati, berikutnya Kolonel Hasegawa meminta John untuk mempersiapkan para siswi untuk menampilkan paduan suara di hadapannya di kesempatan berikutnya. Perasaan kami campur aduk pada bagian ini!


4/6

Pembantaian Dou dan Lan

Dari antara para Bidadari Sungai Qin Huai, Dou (Yuemin Li) dan Lan (Bai Xue) adalah tokoh yang harus mengakhiri hidupnya dengan tragis. Hanya karena ingin mencari senar kecapi untuk memainkan lagu bagi Pu Sheng (Liangqi Zhu) yang sedang sekarat, mereka menyelinap ke luar dari Katedral untuk kembali ke rumah bordil, mencari senar pengganti yang putus. Sayang, tentara Jepang memergoki mereka dan menghabisi keduanya dengan cara yang sangat teramat sadis.


5/6

Bidadari dari Sungai Qin Huai

Setelah memutuskan untuk menggantikan para siswi untuk dipersembahkan kepada para tentara Jepang, para bidadari Sungai Qin Hai diubah penampilannya oleh John. Di titik ini lah Shu menyadari bahwa penilaiannya sejak para perempuan prostitusi yang memaksa masuk ke dalam katedral itu adalah salah. Di balik kenyataan bahwa mereka adalah para perempuan yang penuh dosa, para perempuan legenda Sungai Qin Huai itu sebenarnya adalah sosok-sosok perempuan baik dan berhati emas. Nyanyian mereka yang merdu di hadapan para siswi membuat kami terharu. Selain membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka nantinya, kami juga berharap semua pengorbanan ini akan berhasil.


6/6

Kurang Satu Lagi!

Saat Shu berkata, “Ini adalah terakhir kalinya aku melihat George Chen. Saat ia masih berusia enam tahun, dan hampir mati karena kelaparan, Bapa Ingleman menyelamatkannya. Ia membunyikan lonceng gereja, menyapu lantai, dan bekerja di dapur. Biasanya kami menertawakan dia, setiap dia berbicara dalam bahasa Inggris atau dalam dialek Nanking…” Adalah momen haru saat George (Tianyuan Huang) harus mengambil sebuah keputusan penting saat menyadari bahwa ada satu orang yang kurang dari 13 orang siswi yang dihitung oleh tentara Jepang. Sebuah keputusan yang menurut John, membuat Bapa Ingleman bangga kepada George. Kami menangis pada bagian ini!


Baca selengkapnya
5 Adegan yang gak bakalan bisa dilupakan dari film Jojo Rabbit

5 Adegan yang gak bakalan bisa dilupakan dari film Jojo Rabbit

 

Medan, Filmmedan - Nominator Oscar karya Taika Waititi, Jojo Rabbit terpolarisasi karena pergeseran warna sudut pandang nya. Kami membagikan momen-momen yang takkan bisa terlupakan dari kisah satir tentang Nazi ini.


Jojo Rabbit yang diproduksi Fox Searchlight telah menjadi salah satu film yang sering disebut di sepanjang tahun 2019 dan masuk ke beberapa nominasi Oscar. Film karya Taika Waititi ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Jojo yang merupakan pendukung fanatik Hitler di Jerman selama hari-hari terakhir Perang Dunia ke II. Namun, pandangan duniawinya dipertanyakan ketika ia menemukan seorang gadis muda Yahudi disembunyikan di rumahnya.

Sebuah ide menarik yang mengangkat tema tentang Nazi yang sudah sering ada sebelumnya, kali ini Waititi mengisi sebagian besar film ini dengan humor-humor khasnya sembari menghadirkan juga beberapa momen yang benar-benar memilukan. Pergeseran warna sudut pandang tidak berlaku untuk semua orang, tetapi bagi sebagian besar orang, hal itu menjadi alasan tepat untuk menjadikan film ini sebagai salah satu film terbaik tahun 2019 lalu. Kami sudah nonton, dan kali ini kami bagikan bebeapa adegan yang paling memorabel dari film ini.


1/5

Bunuh Kelincinya!


Meskipun Jojo menyuarakan ajaran Nazi dan berkomitmen untuk tujuan tersebut, jelas bahwa ia memiliki hati yang lebih lembut daripada pengikut Nazi lainnya. Di sepanjang kegiatan pelatihan Kaum Muda Hitler, kita melihat bahwa Jojo terus diintimidasi oleh kekerasan dan kemarahan yang diharapkan akan dibagikannya.

Salah satu momen penting adalah ketika instruktur yang lebih senior memerintahkan Jojo untuk membunuh kelinci yang tidak berdaya untuk membuktikan bahwa dia adalah pejuang sejati. Saat anak-anak lain menyemangatinya, Jojo justru mencoba membiarkan kelinci itu melarikan diri hanya untuk menyaksikannya mati dibunuh instruktur tadi tanpa rasa belas kasihan sedikitpun.


2/5

Anjing Gembala Jerman


Di antara karakter yang sangat tak biasa dalam cerita ini, sosok Kapten Klenzendorf (Sam Rockwell) muncul tak kalah nyentriknya. Ia adalah seorang perwira Nazi yang kecewa, setelah kehilangan matanya, sekarang ditugaskan mengawasi Kaum Muda Hitler. Klenzendorf menghabiskan hari-harinya dengan mabuk dan meratapi kenyataan bahwa dia tidak lagi ditempatkan di garis depan.

Saat merencanakan perlindungan kota dari pasukan Sekutu, Klenzendorf memberi tahu tangan kanannya Finkel (Alfie Allen) untuk mendapatkan anjing Gembala Jerman. Tapi alih-alih menemukan anjing, Finkel kembali dengan membawa gembala Jerman. Untuk menjadikan momen ini lebih lucu lagi, kita kemudian dipertontonkan para gembala yang malang bertempur saat kota diserang. 


3/5

Rencana Hitler


Salah satu aspek yang paling berkesan dari film ini adalah teman imajiner Jojo, yang kebetulan adalah Adolf Hitler (Taika Waititi). Meskipun Hitler adalah sosok yang bengis, di film ini Hitler tampil sebagai sosok dari sudut pandang seorang anak, membuat kebodohan ideologinya semakin jelas.

Waititi memerankan sosok ini dengan lucu, dengan persona badut kekanakan yang sempurna. Beberapa momen paling lucu dalam film tersebut adalah saat Hitler mencoba merancang rencana yang rumit untuk menyingkirkan Elsa, termasuk dengan memberikan ide tentang lubang yang diisi lahar dan piranha.


4/5

Salam Persahabatan


Film ini berhasil mempertontonkan betapa konyolnya Partai Nazi, hanya dnegan cara menampilkan tradisi dan ajaran mereka sendiri. Salah satu contoh terbaiknya adalah adegan di mana petugas Gestapo datang untuk menggeledah rumah Jojo.

Gestapo dipandang sebagai birokrat yang cerdik yang terlalu sibuk dengan protokol yang dibuat-buat. Adegan konyol menunjukkan Gestapo terus menerus menyapa semua orang dengan "Heil Hitler" berulang kali. Ini berubah dari lucu menjadi gila dan kembali menjadi lucu seiring berjalannya waktu.


5/5

Kematian Rosie


Scarlett Johansson kembali memberikan penampilan luar biasa di film ini sebagai Rosie, ibu Jojo yang penyayang dan pemberani. Dia tidak hanya menyembunyikan seorang gadis Yahudi yang tidak bersalah di rumahnya, tetapi dia juga salah satu dari sedikit orang Jerman yang tampaknya mengerti betapa konyolnya Partai Nazi.

Sebuah adegan heroik saat Jojo melewati kota dan melihat sepatu merah ibunya tergantung di tiang gantungan. Hancur, ia memeluk sepatu merah ibunya tergantung di tiang gantungan. Dengan tangis yang pilu, ia memeluk kakinya dan mencoba mengikat sepatu ibunya seperti yang sering dilakukan ibunya untuknya.

Baca selengkapnya
Best Film Editor in the world

Best Film Editor in the world



Medan, Film Medan – Dikutip dari Jendela Buku, editor film adalah seorang yang bertanggung jawab mengkonstruksi cerita secara estetis dari shot-shot yang dibuat berdasarkan skenario dan konsep penyutradaraan sehingga menjadi sebuah film cerita yang utuh. Dibawah ini ada 7 editor terbaik didunia, yang sudah kami rangkum sedemikian rupa
  1. BOHEMIAN RHAPSODY- John Ottman
sumber gambar : ISMF
Editor asal Amerika ini adalah pemenang sekaligus peraih penghargaan di Oscar tahun 2019 lalu kategori Editing terbaik untuk film Bohemia Rhapsody. Film ini sangat terkenal karena editingnya yang luar biasa bagus, mirip kayak aslinya. Dia sebelumnya pernah kuliah di De Anza College kemudian pindah ke School of Cinematic Arts dari University of Southern California, dan dia lulus tahun 1988. Dia terkenal karena kerjasamanya dengan sutradara film Bryan Singer, dan disitu dia bertindak sebagai editor dan komposer untuk film-filmnya salah satunya Astro Boy. Selain oscar, dia juga pernah menerima penghargaan di Bafta Awards untuk kategori yang sama juga.

2.   Ford v Ferrari (20th Century Fox)Michael McCusker Andrew Buckland 
sumber gambar : zimbio
Editor di film Ford V Ferrari ini adalah Michael McCusker dan Andrew Buckland. Mereka berdua adalah sepasang editor yang memenangkan piala Oscar tahun ini, kategori Best Film Editing. Michel atau biasa dipanggil ‘Mike’ ini adalah editor asli dari Amerika yang lahir tahun 60-an, dia juga sudah pernah dinominasikan dua kali di Academy Awards untuk film Walk the line ditahun 2005 dan Ford V Ferrari ditahun 2019. Sedangkan Andrew adalah penulis naskah drama, penampil, sutradara film, mime, pemain dan akademisi pemenang penghargaan Afrika Selatan. Dia adalah editor kelahiran Zimbabwe tahun 54, dia juga aktor dan mulai dikenal lewar film Jane and the lost city tahun 1987, Dirty games tahun 1989, dan Tenth of a second tahun 1987.  

3. HACKSAW RIDGE - John Gilbert

sumber gambar : nzonescreen
John Gilbert adalah editor film yang bekerja terutama di daerah Selandia Baru. Dia sudah mengedit 17 film, acara televisi dan film pendek. Gillbertpun pernah dapat piala Oscar tahunn 2017 silam kategori ‘ Best Film Editing’ untuk film Hacksaw Ridge dan di Bafta Awards kategori yang serupa.  Gilbert sebelumnya menerima berbagai penghargaan untuk karyanya dalam karya Peter Jackson , The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (2001), termasuk Penghargaan Satelit untuk Editing Terbaik  dan ACE Eddie Penghargaan .
4. DUNKIRK- Lee Smith
sumber gambar : Panda Gossips
 Lee smith adalah editor film asli Australia yang lahir tahun 60-an, dia mulai berkarya waktu tahun 1980-an. Smith juga memulai karirnya sebagai editor film, film-filmnya yaitu Dead Calm tahun 1989, The Piano tahun 1993, The potrait of lady tahun 1996 dan Holy Smoke! Tahun 1999. Ditahun 2018 lalu, dia berhasil meraih piala di Oscar kategori Best Film Editing untuk film Dunkrink. Speechless dia sangat terkejut dan bahagia saat itu, usahanya terbayarkan dan dia juga dicap sebagai Editor terbaik didunia. 

5. MAD MAX: FURY ROAD - Margaret Sixel
sumber gambar : IMDb
Margaret Sixel adalah seorang Penyunting film asal Australia yang lahir di Afrika Selatan. Ia terkenal karena karyanya sebagai Penyunting film pada  film babe: Pig In The City (1998), Happy Feet (2006), dan di film Mad Max: Fury Road (2015), yang membuatnya memenangkan Academy Award untuk ‘Best film Editing’. Karya-karya filmnya meluas di berbagai genre, seperti film dokumenter, film pendek live action, komedi animasi, dan aksi. Tak sekedar Oscar, dia juga banyak menyabet banyak penghargaan lain.

6. WHIPLASH - Tom Cross 
sumber gambar : IMDb
Tom Cross adalah seorang Editor film asal Amerika. Ia memulai kariernya di tahun 1997 sebagai asisten Editor, berkontribusi pada berbagai proyek film seperti We Own The Night (2007), Crazy Heart (2009), The switch (2010), dan serial drama sebagai pemenang primetime Emmy Award Deadwood. Ia meraih ketenaran di seluruh dunia pada tahun 2015 ketika ia memenangkan Independent Spirit Award pada kategori Best Editing, penghargaan BAFTA untuk penyuntingan terbaik dan Academy Award pada kategori yang sama tentunya atas karyanya film Whiplash (2014).  ia telah mengedit film lain seperti, The Wild bunch (1969) dan The French Connection (1971). Karna karyanya yang luar biasa dia diajak bekerjasama dengan penulis/sutradara Damien Chazelle pada film komedi percintaan musikal La La Land (2016).

7. GRAVITY - Alfonso Cuarón and Mark Sanger 
sumber gambar : The National
Alfonso Cuarón and Mark Sanger adalah seorang editor film. Mark Sanger (lahir 13 Januari 1974; umur 46 tahun) adalah seorang penyunting film Britania Raya. Sanger dan penyunting film sejawatnya Alfonso Cuarón memenangkan Academy Award untuk Penyuntingan Film Terbaik atas karya mereka pada film 2013 Gravity. Sedangkan Alfonso Cuarón adalah editor sekaligus sutradara, penulis naskah, dan produser asal Meksico. Dia mulai dikenal dari film A Little Princess (1995), Y Tu Mamá También (2001), Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) dan Children of Men (2006). Film terbarunya, Gravity, dirilis pada tahun 2013, dan Believe tahun 2013.























Baca selengkapnya
Best Animated Movies Ever Made

Best Animated Movies Ever Made


Medan, Film Medan Film animasi, atau biasa kita sebut film kartun, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Tapi itu dulu, sekarang dengan bantuan Komputer dalam pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.
Animasi saat ini telah menjadi pilihan yang paling efektif untuk menyampaikan pesan. Di dunia hiburan misalnya, sudah tak terhitung berapa banyak film-film animasi yang bertebaran. Para penggemarnya juga tak mengenal usia, mulai dari yang bayi, balita, remaja hingga dewasa sekali pun, semua tak bisa menolak efek-efek spesial yang hanya bisa ditemukan pada film-film animasi ini. Berikut film film animasi dengan efek visual dan alur cerita terbaik!
  1.    Grave of the Fireflies


sumber : Amazon.com
Perfilman Jepang tak lagi asing ketika membahas tentang membungkus tragedi dalam bentuk terbaiknya. Salah satu film Jepang, bagaimanapun, rasanya pantas jika film satu ini, Grave of The Fireflies garapan Isao Takahata dari Studio Ghibli pada tahun 1988 menyandang gelar film anime dengan cerita paling menyedihkan yang pernah ada. Grave of the Fireflies berlatar di Kobe pada tahun 1945. Film ini mengisahkan dua bocah, Seita dan adiknya Setsuko, terperangkap dalam pertarungan pertahanan diri selama bulan-bulan terakhir Perang Dunia II. Film ini menjadi rekomendasi kalian untuk menonton film ini.

 2.      The Lion King (1994)

Sumber : pinterest.com

The Lion King
 menjadi salah satu film animasi yang paling sukses. Di Amerika Serikat, film ini menambah pemasukan Disney sebesar $328.541.776, dan $783.841.776 untuk seluruh dunia. Dalam penggarapannya, para animator sebelumnya lebih berkonsentrasi untuk pembuatan pembuatan film Pochahontas karena mereka mengira bahwa film itulah yang akan lebih populer. Saat mereka melepas cuplikan The Lion King, mereka mendapat sambutan yang lebih baik.  The Lion King telah diadaptasikan menjadi sandiwara musikal Brodway yang sukses sejak tahun 1997. disutradarai Roger Aller film ini akan selalu diingat oleh banyak khalayak dan menjadi film terbaik sepanjang masa.
3.      How to Train Your Dragon
sumber : pinterest.com

How to Train Your Dragon terbilang sukses secara komersial dan diterima secara positif oleh kritikus. Tidak hanya berhasil meraup pendapatan sebesar USD 500 juta, film ini juga berhasil mendapatkan nominasi Academy Awards untuk kategori Best Animated Feature dan Best Original Score.
Bercerita tentang remaja yang mempunyai ayah seorang viking anti naga, tapi remaja ini malah ingin menjadi teman para naga. Film ini berating 8,5 versi IMDb, film ini sangat cocok ditonton dengan keluarga.
4.      Spirited Away
sumber : dictio.id

Film animasi karya sutradara ternama Jepang Hayao Miyazaki ini bercerita tentang kisah seorang gadis berumur 10 tahun bernama Chihiro dan kedua orangtuanya yang masuk ke sebuah tempat yang terlihat sebagai sebuah taman hiburan yang terabaikan. Setelah kedua orangtuanya berubah menjadi babi raksasa, Chihiro bertemu dengan sosok misterius Haku yang menjelaskan kepadanya bahwa tempat mereka berada adalah sebuah resort di mana makhluk supernatural berisitrahat dari alam duniawi. Untuk dapat membebaskan kedua orangtuanya, Chihiro harus bekerja di sebuah bath house yang dikepalai oleh penyihir bernama Yubaba
. Film lawas produksi 2001 ini berating 8,6/10 Versi IMDb lagi lagi anime produksi jepang ini menempati posisi teratas animasi terbaik.
5.      Toy Story 3
sumber : imdb.com

Kartun kecintaan para umat ini juga dinobatkan sebagai salah satu animasi terbaik sepanjang masa. Film hasil produksi pixar ini dirilis tahun 2010 diseluruh dunia mulai dari bulan juni sampai oktober. Toy story 3 disutradarai oleh Lee Unkrich. Film Toy Story 3 juga menang piala Oscar untuk kategori ‘Best Animated Featured’ tahun 2010. Film ini menceritakan tentang sekelompok mainan yang sangat menyayangi pemiliknya, dan mereka juga saling menjaga satu sama lain. Lewat film ini juga kita diajarkan arti persahabatan dan kekompakan satu sama lain. 
6.      Wall – E
sumber : Wikipedia

WALL•E adalah sebuah film animasi yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. Tokoh utama dalam film ini adalah sebuah robot yang bernama WALL•E. Film ini dirilis pada tanggal 27 Juni 2008. Film yang disutradarai oleh Andrew Stanton, yang sebelumnya menyutradarai Finding Nemo dan memenangkan Academy Award untuk kategori film animasi. Jim Morris, yang sebelumnya bekerja untuk Lucasfilm, menjadi produsernya. Karakter-karakter dalam WALL•E, sebagian besar suaranya tidak disuarai oleh manusia, tetapi oleh suara mesin.
7.      Princess Mononoke
sumber : Wikipedia

Animasi Jepang Princess Mononoke adalah salah satu karya yang terbaik lagi lagi dari studio Ghibli. Kisah tentang seorang putri yang tinggal di hutan bersama seekor makhluk buas ini diciptakan oleh Hayao Miyazaki pada 1970-an. Sketsa tersebut kemudian dituangkan dalam storyboard film pada tahun 1994.
Studi Ghibli memang memproduksi film-film anime berkualitas. Namun, perannya semakin mendapatkan pengakuan di dunia Barat ketika Princess Mononoke hadir. Besarnya animo masyarakat lokal terhadap tontonan ini menarik perhatian produser Harvey Weinstein.
Setelah itu, script naskah pun dibuat oleh Neil Gaiman. Sejumlah bintang ternama, seperti Claire Danes dan Billy Bob Thornton, didaulat untuk menjadi aktor pengisi suara di Princess Mononoke.
Meskipun demikian, Princess Mononoke dianggap masih relevan untuk menjadi tontonan pada zaman sekarang. Tak heran animasi Jepang ini pernah meraih penghargaan dari Japan Academy Prize sebagai Film Terbaik.
8.      Up
sumber : IMDb

Siapa yang gatau film rumah balon ini? Film Up ini sudah tayang berulang kali di televisi seluruh dunia, dan filmnya juga pernah menang di Oscar loh. Film ini menceritakan tentang petualangan anak pramuka dan kakek tua untuk memenuhi lencana terakhir si anak. Dengan mengikat ribuan balon ke rumahnya, Carl (Kakek) berangkat untuk memenuhi mimpinya untuk melihat belantara Amerika Selatan dan menyelesaikan janji yang dibuat untuk mendiang istrinya, Ellie. Film ini disutradarai oleh Pete Docter dan Bob Peterson , yang juga menulis skenario film, serta cerita dengan Tom McCarthy , dengan musik yang dikomposisi oleh Michael Giacchino .
9.      Toy Story
sumber : en.wikipedia.org

Berceritakan woody sang karakter utama yang berjumpa dengan mainan baru, yaitu Buzz. Sekelompok mainan milik Andy ini selalu menjalin kekompakan yang gak pernah berhenti. adalah film komedi teman animasi komputer Amerika 1995 yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney PicturesFilm debut sutradara fitur John Lasseter, ini adalah film fitur sepenuhnya animasi komputer pertama, serta film fitur pertama dari Pixar. Toy Story ditayangkan perdana di El Capitan Theatre di Los Angeles, California, pada 19 November 1995, dan dirilis di Amerika Utara pada 22 November 1995. Itu adalah film dengan pendapatan tertinggi selama akhir pekan pembukaannya, akhirnya menghasilkan lebih banyak $ 373 juta di box office seluruh dunia. Film ini menerima tiga nominasi Academy Award, yaitu Best Original ScreenplayBest Original Song untuk "You've Got a Friend in Me", dan Best Original Score, serta memenangkan Penghargaan Akademi Prestasi Spesial.
 10.  My Neighbor Totoro
sumber : moosegazette.net

Siapa yang belum pernah nonton film kartun ini? Kartun ini juga kartun dari Jepang, yang diproduksi oleh Hayao Miyazaki dan dirilis ke teater oleh Toho (Jepang), Troma Films (1993 Inggris dub), dan Disney (2006 dub), tanggal 16 April 1988. Film ini berkisah tentang sebuah keluarga Kusakabe yang memiliki dua orang anak perempuan bernama Satsuki dan Mei. Mereka pindah ke sebuah rumah tua di pedesaan yang kelihatan seperti rumah hantu. Film animasi ini pernah menang di  Kinema Junpo Award untuk kategori ‘Best Film of the year’.
Itulah 10 Animasi terbaik sepanjang masa, film animasi apa yang paling kalian suka? Tulis di kolom komentar ya


Baca selengkapnya